-->

Bahas tuntas TOEFL ITP


Banyak orang tertarik untuk mengikuti test TOEFL karena tuntutan persyaratan, baik untuk mendaftar beasiswa, melamar pekerjaan, atau bahkan test masuk perguruan tinggi yang kini mengharuskan mahasiswanya untuk mengumpulkan sertifikat TOEFL sebagai salah satu syarat sidang skripsi. TOEFL sendiri merupakan singkatan dari "Test of English as a Foreign Language" yang artinya adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris bagi orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari.

Ada banyak versi test TOEFL, pada pembahasan kali ini kita hanya akan fokus pada pembahasan TOEFL ITP. Versi TOEFL ITP biasa digunakan untuk melamar beasiswa ke luar negeri seperti Australia Awards Scholarships, Erasmus Mundus, Fullbright, dan lainnya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat mengikuti test TOEFL ITP adalah sekitar 350.000 rupiah. Calon peserta bisa mendaftar di lembaga bahasa yang ada di hampir seluruh universitas besar yang ada di Indonesia,  pilihlah lembaga atau tempat test yang terdekat dengan domisilimu.


Seperti yang telah kita bahas diawal tadi, tujuan mengikuti test TOEFL utamanya adalah untuk mendapatkan sertifikat demi melengkapi persyaratan administrasi untuk melamar beasiswa, pekerjaan, dan lainnya. Selesai mengikuti test TOEFL ITP maka kamu akan mendapatkan sertifikat sesuai hasil test yang sudah dikerjakan. Masa berlaku TOEFL ITP biasanya adalah selama dua tahun, lebih dari itu jika masih membutuhkan maka diharuskan untuk mendaftar dan mengulang test kembali. Skor TOEFL ITP sendiri berkisar antara 310 hingga 677 poin. Skor itu biasanya dihitung dengan skala yang cukup spesifik. Dan masing-masing pertanyaan biasanya menghasilkan poin yang berbeda pula. 

Ada beberapa materi yang wajib dikuasi saat ingin melaksanakan test TOEFL ITP, tetapi pada intinya belajar bahasa Inggris dari dasar adalah kuncinya. Kemudian cari tau sesi-sesi yang ada pada test. Ada tiga sesi pada test TOEFL ITP, antara lain sebagai berikut; pertama adalah sesi listening comprehension yang bertujuan untuk mengukur kemampuan pemahaman mengenai bahasa Inggris lisan. Kedua yaitu structure and written expression yang bertujuan untuk mengukur kecakapan dalam mengenal grammar dan struktur kalimat yang sesuai dengan standar. Kemudian yang terakhir adalah reading comprehension bertujuan untuk mengukur kemampuan individu dalam membaca dan memahami bahan bacaan akademis.


Posting Komentar

Halaman

Copyright © 2020

Cookies