-->

Inilah Macam-macam Terapi Pemulihan Pasca Stroke yang Bisa Dilakukan


Menderita penyakit stroke tak jarang membuat kemandirian seseorang menjadi berkurang. Karena biasanya pasca mengalami stroke, fungsi otak akan mengalami penurunan yang menyebabkan gangguan berbicara, bergerak, mengingat, dan lain sebagainya. Untuk mengembalikan kondisi tubuh yang terserang stroke, perlu proses panjang yang membutuhkan banyak kesabaran, kerja keras, serta komitmen. Baik dari pasien itu sendiri, maupun dari anggota keluarga yang mengurusnya. Terapi menjadi salah satu cara pemulihan pasca stroke yang dapat dilakukan oleh para penderita. Namun tentu, hal ini harus dibarengi dengan support atau dukungan dari orang-orang terdekat atau anggota keluarga yang lain. Minimal ada salah satu anggota keluarga yang harus ikut saat pasien stroke menjalani terapi pemulihan. Atau jika memungkinkan, usahakan agar seluruh anggota keluarga inti  ikut  mendampingi, agar penderita stroke menjadi lebih bersemangat dalam menjalani terapi pemulihannya.

Penyakit stroke memang bukan penyakit baru lagi di kalangan masyarakat. Penyakit ini bisa terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau akibat aliran darah yang menuju ke bagian otak terhalang oleh pembekuan darah. Tanpa adanya aliran darah yang lancar ini, otak tidak akan mendapatkan cukup banyak asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak bisa mati. Kondisi area otak yang mati ini bisa menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Stroke merupakan suatu kondisi darurat medis karena sel otak bisa mati hanya dalam hitungan menit. Untuk meminimalkan kerusakan otak maupun komplikasi yang terjadi, perlu penanganan serius secepat mungkin pada mereka yang terserang stroke. Selain itu, melakukan terapi pasca stroke menjadi salah satu bagian dari perawatan penyakit ini. Karena latihan yang dilakukan dalam terapi pasca stroke diyakini dapat membantu menjaga fungsi otak yang masih bisa dipertahankan. 

Terapi pemulihan stroke ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, setidaknya dalam waktu 24-48 jam setelah mengalami serangan, dengan catatan kondisi penderitanya sudah dalam keadaan stabil. Dalam periode ini, penyedia layanan kesehatan akan membantu pasien terapi pasca stroke untuk bergerak di tempat tidur. Fungsinya untuk memperkuat anggota gerak tubuh pasien, sehingga pasien mampu merawat diri sendiri dan bisa kembali melakukan aktivitas secara mandiri. Namun sebelum mulai melakukan terapi pasca stroke ini, sebaiknya minta anjuran dari dokter terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Terapi stroke memang tidak dapat menyembuhkan kerusakan yang disebabkan oleh stroke. Namun beruntungnya, otak manusia didesain sedemikian rupa oleh Yang Mahakuasa agar mampu beradaptasi dengan cepat dan baik. Sehingga seiring dengan berjalannya waktu, bagian otak yang berbeda bisa mengambil alih peran bagian otak lain yang mengalami kerusakan akibat serangan stroke. Bahkan bagian sel-sel otak tertentu juga bisa dipulihkan dari kerusakan sementara. Itulah mengapa, melakukan terapi pasca stroke menjadi salah satu opsi terbaik yang dapat ditempuh. 

Jenis-jenis Terapi Pasca Stroke



Terapi pasca stroke yang harus dilakukan para penderita stroke dapat berbeda-beda. Penderita stroke yang satu bisa saja akan menjalani terapi yang berbeda dengan penderita stroke yang lain, tergantung dari jenis dan derajat penurunan kemampuan yang dialami. Ada beberapa jenis terapi pasca stroke yang biasa dilakukan, terapi tersebut antara lain adalah:

1. Terapi memori


Pasca terserang stroke, banyak atau sedikitnya memori yang hilang akan sangat tergantung dari usia, tingkat keparahan stroke, letak terjadinya stroke, serta kondisi kesehatan penderita sebelum terserang stroke. Oleh karena itu, melakukan terapi memori menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Terutama untuk mengembalikan memori atau ingatan yang hilang pada penderita stroke.

2. Terapi gerakan


Terapi jenis ini merupakan salah satu bentuk terapi standar yang penting untuk dilakukan oleh para penderita stroke. Terapi ini umumnya sering disebut dengan istilah fisioterapi

3. Terapi bicara


Salah satu dampak serangan stroke adalah menyebabkan gangguan berbicara pada penderitanya. Untuk mengatasi hal ini, melakukan terapi berbicara akan cukup efektif untuk membantu melatih kemampuan berbicara pada penderita stroke. Terapi ini juga dapat melatih otot-otot menelan dan berbicara agar bisa berfungsi kembali. 

Melakukan pemulihan pasca stroke melalui terapi bisa dilakukan di rumah dengan bantuan tenaga medis profesional yang sudah cukup berpengalaman di bidangnya. Dalam hal ini, Aido bisa menjadi pilihan terbaik. Dengan bantuan Aido, anggota keluarga yang terserang stroke bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas tanpa perlu meninggalkan rumah. Karena tim kesehatan dari Aido lah yang akan datang ke rumah Anda dan melakukan perawatan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien dan tingkat keparahan dari stroke yang diderita. Cara untuk mendapatkan layanan kesehatan ini pun terbilang cukup mudah, yaitu dengan menggunakan aplikasi Aido Health yang dapat diunduh secara gratis baik oleh pengguna Android maupun iOS.

Posting Komentar

Halaman

Copyright © 2020

Cookies