-->

Ingin Belajar Musik? Yuk, Cari Tahu Dulu Perbedaan Tangga Nada Diatonis, Pentatonis dan Kromatis!


Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu luang agar lebih produktif. Salah satunya adalah dengan belajar memainkan sebuah alat musik. Dulu, untuk bisa bermain musik, kita harus mengikuti sebuah kursus atau masuk kedalam sekolah musik tertentu dengan biaya yang cukup mahal. Hal ini karena belum banyak module atau tutorial yang bisa kita ikuti untuk mempelajarinya secara otodidak. Namun saat ini, ada ribuan tutorial gratis yang bisa kita dapatkan di internet. Kita dapat mulai mempelajari berbagai alat musik apapun secara otodidak. Bahkan dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh kaum awam sekalipun. 


Tangga Nada Diatonis, Pentatonis dan Kromatis




Nah, buat kamu yang tertarik untuk mendalami dunia musik atau punya cita-cita untuk berkecimpung di industri ini. Pengetahuan tentang tangga nada menjadi sebuah hal penting yang harus lebih dulu kamu pelajari. Mengapa demikian? karena tangga nada merupakan salah unsur utama dalam sebuah musik. Setidaknya, ada 8 unsur penting yang wajib ada agar sebuah karya musik dapat dinikmati dengan baik oleh para pendengarnya. Ke delapan unsur tersebut ialah melodi, tangga nada, irama atau ritme, birama, timbre, harmoni, tempo serta dinamika. Tanpa tangga nada, sebuah lagu akan terdengar kurang indah atau merdu.      


Tangga nada sendiri merupakan serangkaian nada yang disusun secara berurutan, mulai dari nada dasar hingga nada oktaf. Layaknya sebuah tangga betulan, akan selalu ada jarak antara anak tangga yang satu dengan anak tangga lainnya. Begitupula dalam tangga nada. Akan selalu ada jarak atau interval antara nada yang satu dengan nada yang lain. Secara umum, tangga nada dikelompokkan menjadi 3 jenis, yakni diatonis, pentatonis dan kromatis. Ingin tau apa perbedaannya? mari simak penjelasannya berikut ini!


1. Tangga Nada Diatonis 


Tangga nada diatonis merupakan tangga nada yang paling sering kita jumpai pada musik-musik populer atau kontemporer. Ada 7 nada utama yang dimainkan dalam tangga nada diatonis, yakni Do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dimana do yang merupakan nada ke delapan menjadi bentuk pengulangan dari nada pertama. Tangga nada diatonis sendiri umumnya dimainkan dalam interval 1 atau setengah. Buat kamu yang hendak mempelajari alat musik gitar, kamu akan cukup sering menjumpai tangga nada diatonis. Ada 2 jenis tangga nada diatonis, yakni minor dan mayor. Perbedaan yang paling mencolok ada pada nuansa lagu yang coba dihadirkan. Tangga nada diatonis minor umumnya digunakan untuk lagu-lagu bernuansa sendu atau melankolis. Dan sebaliknya, tangga nada diatonis mayor biasanya justru digunakan untuk lagu-lagu bernuansa ceria. Seperti lagu anak-anak. 


2. Tangga Nada Pentatonis


Perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis ada pada jumlah nada yang digunakan. Jika pada tangga nada diatonis ada 7 nada utama yang digunakan. Maka pada tangga nada pentatonis hanya ada 5 nada utama yang digunakan. Hal ini jugalah yang membuatnya dinamakan pentatonis. Karena penta sendiri dalam bahasa Yunani berarti lima. Tangga nada pentatonis umumnya digunakan pada musik-musik yang bernuansa lincah dan gembira. Seperti musik rock n' roll. Layaknya tangga nada diatonis, tangga nada pentatonis pun dibagi menjadi 2 jenis, yakni pelog dan slendro. Pada tangga nada pentatonis pelog, 5 nada utama yang digunakan ialah do, mi, fa, sol, si. Sedangkan pada tangga nada pentatonis slendro, 5 nada utama yang digunakan ialah do, re, mi, so, la.


3. Tangga Nada Kromatis


Dan yang terakhir ialah tangga nada kromatis. Dalam banyak buku dan literatur, tangga nada kromatis jarang disebut secara terpisah. Karena tangga nada kromatis sebetulnya merupakan tangga nada turunan dari tangga nada diatonis mayor. Dalam tangga nada kromatis, ada 12 nada yang dimainkan pada interval setengah. Tangga nada kromatis umumnya sering kita jumpai pada jenis musik Jazz, Blues, maupun Gospel atau Rohani. 


Nah, itulah perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis serta tangga nada kromatis. Dalam bermain musik, berlaku pula sebuah nasihat bijak yang berbunyi "bisa karena terbiasa". Yap, semakin sering kamu mengulangnya, maka akan semakin mahir pula kamu memainkannya. So, let's do it!


Posting Komentar

Halaman

Copyright © 2020

Cookies