Apa Itu Scaling Gigi?

Table of Contents

Banyak orang rajin menyikat gigi dua kali sehari, namun tetap mengalami berbagai masalah gigi dan mulut. Salah satu penyebab utamanya adalah keberadaan karang gigi atau tartar yang sudah terlalu mengeras dan tidak bisa hilang hanya dengan gosok gigi biasa. Di sinilah peran scaling gigi menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Cochrane Library bahkan menyebut bahwa scaling secara berkala terbukti dapat mengurangi risiko gingivitis (radang gusi ringan) dan mencegahnya berkembang menjadi periodontitis yang jauh lebih serius. Studi lain dari Indian Journal of Dental Research juga menyebutkan adanya potensi manfaat scaling gigi secara teratur untuk mencegah berbagai penyakit mulut, terutama yang berkaitan dengan gigi mudah tanggal. Artinya, scaling gigi lebih dari sekedar ​prosedur memutihkan gigi belaka. 

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan gigi profesional yang dilakukan oleh dokter gigi menggunakan alat khusus bernama ultrasonic scaler untuk menghilangkan plak dan tartar (karang gigi) yang menumpuk di permukaan gigi. Plak sendiri adalah lapisan lengket yang terbentuk dari sisa makanan, bakteri, dan zat lain yang menempel di gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak akan mengeras menjadi karang gigi akibat mineral dari air liur yang mengkalsifikasi lapisan tersebut.

Alat ultrasonic scaler menghasilkan getaran frekuensi tinggi yang mampu menghancurkan dan merontokkan karang gigi, bahkan di sela-sela dan bagian terdalam gigi yang sulit dijangkau sikat biasa. Setelah proses scaling, dokter gigi biasanya juga melakukan root planing atau polishing, yaitu pemolesan gigi menggunakan pasta khusus (pumice) agar permukaan gigi lebih halus dan tahan terhadap penumpukan plak baru.

Manfaat Scaling Gigi 




Berikut ini adalah deretan manfaat scaling gigi.

1. Mencegah Penyakit Gusi (Gingivitis dan Periodontitis)

Ini adalah manfaat utama dari scaling gigi. Plak dan karang gigi yang menumpuk memicu peradangan pada gusi, yang dikenal sebagai gingivitis. Jika dibiarkan, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis, kondisi yang jauh lebih serius dan bisa menyebabkan kerusakan tulang rahang. Penelitian dari Universitas Sam Ratulangi Manado yang dipublikasikan di jurnal e-Gigi (2019) membuktikan bahwa tindakan scaling efektif menurunkan tingkat keparahan gingivitis berdasarkan penilaian modified gingival index (MGI), dengan nilai uji statistik p=0,000. 

2. Mencegah Bau Mulut (Halitosis)

Pernah merasa napas tidak segar meski sudah gosok gigi? Bisa jadi itu karena tumpukan karang gigi yang menjadi sarang berkembang biaknya bakteri penyebab bau. Scaling membersihkan tempat persembunyian bakteri tersebut secara menyeluruh, sehingga napas bisa terasa lebih segar dan bersih setelah prosedur ini dilakukan.

3. Mengurangi Risiko Gigi Berlubang (Karies)

Bakteri dalam plak menghasilkan asam yang merusak lapisan email gigi, yang lama-kelamaan memicu pembentukan lubang. Dengan rutin melakukan scaling, lapisan plak dan karang yang menjadi "rumah" bagi bakteri perusak ini dapat dihilangkan sebelum sempat menimbulkan kerusakan lebih dalam.

4. Menjaga Kesehatan Gusi dan Mencegah Gigi Tanggal

Karang gigi yang dibiarkan menumpuk dalam jangka panjang akan merusak jaringan ikat gigi secara perlahan, sehingga gigi menjadi goyang dan akhirnya mudah tanggal. Scaling rutin membantu mempertahankan integritas jaringan pendukung gigi agar tetap kuat dan sehat.

5. Membuat Tampilan Gigi Lebih Cerah

Penumpukan karang gigi seringkali membuat gigi tampak kusam, kekuningan, bahkan kecokelatan — terutama pada mereka yang gemar mengonsumsi kopi & teh, atau suka merokok. Setelah scaling dan polishing, permukaan gigi akan tampak lebih bersih dan cerah karena noda-noda membandel tersebut ikut terangkat bersama karang gigi.

6. Mengurangi Risiko Penyakit Sistemik

Penelitian terkini bahkan mengungkap bahwa dental scaling dapat membantu mengurangi peradangan sistemik di dalam tubuh, dysbiosis usus, dan infeksi pada kondisi imunosupresif. Pada kasus stroke, orang dengan kehilangan gigi akibat penyakit periodontal yang tidak dirawat memiliki risiko mortalitas yang lebih tinggi, ini menunjukkan betapa kesehatan mulut berdampak langsung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Prosedur Scaling Gigi: Seperti Apa Tahapannya?




Bagi kamu yang belum pernah melakukan scaling, dan mungkin khawatir atau justru penasaran pada bagaimana prosesnya. Berikut ini tahapan yang biasanya dilakukan dokter gigi:

  1. Pemeriksaan awal - Dokter gigi biasanya akan lebih dulu memeriksa kondisi gigi dan gusi untuk menentukan tingkat keparahan karang gigi dan memastikan pasien aman untuk menjalani scaling.

  2. Anestesi lokal (jika diperlukan) - Pada kasus karang yang parah atau pasien dengan sensitivitas tinggi, dokter amat mungkin memberikan suntik bius lokal untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

  3. Scaling ultrasonik - Dokter kemudian akan mulai menggunakan ultrasonic scaler untuk membersihkan karang gigi yang berada di atas dan di bawah garis gusi dengan getaran yang memecah dan merontokkan karang.

  4. Pembersihan manual - Alat scaler manual (kuret) nantinya juga akan digunakan untuk menjangkau bagian-bagian kecil yang tidak dapat dijangkau alat ultrasonik, seperti sela-sela gigi dan kantong gusi dalam.

  5. Polishing (pemolesan) - Setelah proses scaling, gigi akan diolesi dengan pasta pumice dan disikat dengan bur brush untuk menghaluskan permukaan, membuang sisa karang, dan meninggalkan sensasi segar di mulut.

Durasi scaling gigi secara keseluruhan bervariasi antara 30 hingga 120 menit, tergantung kondisi dan jumlah karang gigi yang ditemukan.

Kapan Sebaiknya Melakukan Scaling Gigi?

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: seberapa sering scaling gigi harus dilakukan? Jawaban umumnya adalah setiap enam bulan sekali, bersamaan dengan pemeriksaan gigi rutin. Namun, frekuensi ini bisa berubah sesuai kondisi tiap individu:

  • Jika kondisi gigi dan mulut sangat baik, scaling bisa dilakukan setahun sekali
  • Jika ada gejala penyakit gusi, scaling dianjurkan lebih sering, bahkan bisa tiga bulan sekali
  • Perokok aktif dan peminum kopi/teh berat biasanya membutuhkan frekuensi yang lebih sering

Efek Samping Scaling Gigi yang Normal

Setelah menjalani scaling, wajar jika kamu merasakan beberapa efek samping ringan. Berdasarkan panduan American Dental Association, efek samping yang umum terjadi meliputi:

  • Gusi tidak nyaman atau nyeri - Efek ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan bisa diatasi dengan ibuprofen atau berkumur dengan air garam hangat

  • Gigi lebih sensitif - Hal ini terjadi karena lapisan dentin sempat terbuka; biasanya berlangsung selama 3–7 hari

  • Gusi berdarah ringan - Hal yang sangat umum terjadi, terutama jika gusi sudah mengalami peradangan sebelum scaling; tidak perlu dikhawatirkan selama masih dalam batas wajar

Secara umum, pemulihan setelah scaling gigi membutuhkan waktu 2–5 hari. Jika efek samping berlanjut lebih dari seminggu, segera konsultasikan kembali ke dokter gigi.

Berapa Biaya Scaling Gigi di Indonesia?

Biaya scaling gigi di Indonesia bervariasi tergantung fasilitas kesehatan yang dipilih:

Fasilitas KesehatanEstimasi Biaya
PuskesmasRp 50.000 – Rp 200.000
Klinik gigi swastaRp 150.000 – Rp 500.000
Rumah sakit swastaRp 250.000 – Rp 900.000+

 

Di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, biaya di rumah sakit bahkan bisa mencapai lebih dari Rp 1.000.000 untuk kasus yang kompleks. Kabar baiknya, jika terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, scaling gigi bisa ditanggung dengan prosedur rujukan yang berlaku.

Tips Perawatan Setelah Scaling Gigi

Agar hasil scaling bertahan lama dan gigi tetap sehat, ada beberapa hal yang wajib dilakukan setelah prosedur ini:

  • Berkumur dengan air garam hangat (½ sendok teh garam dalam segelas air) 2–3 kali sehari, terutama setelah makan
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menyikat terlalu keras dalam beberapa hari pertama
  • Pakai pasta gigi khusus gigi sensitif selama 2–3 minggu setelah scaling
  • Hindari makanan manis, asam, atau keras yang bisa memperparah sensitivitas gusi
  • Sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, dan gunakan dental floss secara rutin
  • Kurangi konsumsi kopi, teh, dan rokok yang dapat mempercepat pembentukan karang gigi baru

Dengan rutin melakukan scaling gigi setiap enam bulan sekali, kamu akan terhindar dari penyakit gusi atau kerusakan gigi, bahkan komplikasi kesehatan sistemik yang jauh lebih serius. 

Posting Komentar