6 Bahaya Menggunakan TWS Saat Olahraga

Table of Contents

Bagi banyak orang, berolahraga tanpa musik terasa begitu hambar. Menggunakan TWS (True Wireless Stereo) kerap jadi pilihan favorit banyak orang untuk mendengarkan musik saat berolahraga karena praktis, tanpa kabel, dan gampang dibawa ke mana-mana. Tapi di balik kenyamanan itu, ada bahaya nyata yang sering kita abaikan.

Penelitian yang dilakukan oleh Shruti S Dehankar & Sagar S Gaurkar misalnya, menemukan bahwa paparan suara keras dalam waktu yang relatif lama kerap menjadi penyebab utama noise-induced hearing loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat bising, dan tren ini makin sering terjadi pada banyak anak muda yang hobi memakai earbuds, IEM (In-ear monitors), headphones, dan juga TWS (True Wireless Stereo) untuk hiburan dan olahraga. Di sisi lain, data juga menunjukkan peningkatan kecelakaan pada pejalan kaki dan pesepeda yang memakai perangkat audio karena mereka tidak lagi peka terhadap suara di sekelilingnya.

Artinya, bahaya menggunakan TWS saat olahraga bukan cuma soal bicara tentang risiko gangguan pendengaran yang bisa terjadi di masa depan, tapi juga risiko keselamatan yang langsung mengancam nyawamu detik itu juga.

Kenapa Menggunakan TWS Saat Olahraga Bisa Berbahaya?

Perlu dicatat bahwa:

  • Suara di atas 85 desibel (dB) yang didengar secara terus-menerus selama beberapa jam bisa merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam, dan kerusakan ini bersifat permanen.
  • Banyak earbuds dan TWS mampu menghasilkan volume hingga sekitar 100-110 dB, setara konser musik rock, yang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran hanya dalam hitungan menit jika digunakan terlalu keras.
  • Tempat fitness/gym dan gelanggang olahraga sendiri sering kali sudah sangat bising, bahkan beberapa studi menemukan level kebisingan di tempat fitness yang bisa melewati batas aman untuk pendengaran.

Kalau kamu menambah TWS di atas kebisingan itu, risiko kumulatif ke telinga dan keselamatanmu meningkat berkali-kali lipat.

6 Bahaya Menggunakan TWS Saat Olahraga



Nah, mari kita bahas apa saja bahaya-nya.

1. Risiko Gangguan Pendengaran Akibat Volume Terlalu Tinggi

Tahukah kamu, bahwa 85 dB adalah batas aman paparan suara dalam jangka waktu lama? dan setiap kenaikan sekitar 3-5 dB akan mengurangi waktu paparan aman menjadi setengahnya. Banyak TWS bisa mencapai lebih dari 100 dB, terutama saat kamu menaikkan volume untuk “mengalahkan” suara bising treadmill, barbel yang jatuh, instruktur yang tengah berteriak, atau suara kendaraan di jalan raya.

Di dalam telinga, ada sel rambut halus di koklea yang bertugas mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik ke otak. Sel rambut ini tidak bisa tumbuh kembali. Maka jika sampai rusak karena paparan bising berlebihan, kamu berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen dan tinnitus (denging terus-menerus di telinga).

Jadi, kalau kamu terbiasa berolahraga sambil mendengarkan musik dengan volume tinggi setiap harinya, efeknya mungkin tidak langsung terasa hari ini, tapi pelan-pelan pendengaranmu mungkin akan mulai terganggu.

2. Lingkungan Gym Sudah Bising, TWS Membuat Paparan Berkali Lipat

Kelas olahraga seperti spin class atau aerobik sering mencapai level kebisingan sekitar 100 dBA, bahkan ada yang mendekati 108 dBA, setara konser rock. Di level ini, paparan lebih dari puluhan menit saja sudah berpotensi menimbulkan kerusakan pendengaran.

Kamu mungkin berpikir, “Kan kelasnya cuma 45 menit sampai satu jam.” Masalahnya, kalau kamu:

  • Rutin ikut kelas 3-5 kali seminggu, lalu
  • Masih menambah TWS di luar kelas dengan volume tinggi

Maka bahaya menggunakan TWS saat olahraga bukan lagi sekadar teori, tapi betul-betul jadi akumulasi paparan bising yang berisiko besar untuk pendengaranmu.

3. Turunnya Situational Awareness: Risiko Kecelakaan Saat Lari & Bersepeda

Salah satu bahaya terbesar TWS saat digunakan untuk olahraga outdoor adalah hilangnya situational awareness yakni kemampuan untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar.

Studi yang menganalisis puluhan kasus pejalan kaki yang tertabrak saat memakai perangkat audio menemukan bahwa sebagian besar insiden berujung fatal, dan salah satu penyebab utamanya adalah korban tidak mendengar klakson atau suara kendaraan yang mendekat. Hal yang sama juga dilaporkan terjadi pada pesepeda yang menggunakan noise-cancelling headphones, TWS. atau IEM dan gagal mendengar truk atau kendaraan di belakangnya.

Saat kamu lari di pinggir jalan, menyeberang di zebra cross, atau bersepeda disekitar perumahan sambil larut dalam playlist lewat TWS, kamu:

  • Lebih sulit mendengar klakson, suara motor ngebut, atau sirene
  • Lebih lambat merespons bahaya karena perhatianmu terpecah oleh musik (inattentional blindness)

Di sini, bahaya menggunakan TWS saat olahraga bukan lagi soal kerusakan pada telinga, namun soal nyawa.

4. Tinnitus dan Kelelahan Telinga Setelah Olahraga

Banyak orang yang setelah workout berat dengan musik kencang merasa:

  • Telinga berdenging
  • Suara terasa “mendem” atau tidak sejelas biasanya
  • Perlu menaikkan volume TV atau ponsel lebih keras dari biasanya

Gejala seperti ini bisa jadi tanda awal gangguan pendengaran akibat kebisingan. Jika dibiarkan terus menerus, tinnitus bisa menjadi kronis dan sangat mengganggu kualitas hidup - sulit tidur, sulit fokus, dan mudah lelah secara mental.

Literatur medis menegaskan bahwa paparan berkelanjutan ke audio device dengan volume tinggi adalah faktor penting dalam peningkatan kasus NIHL pada remaja dan dewasa muda. Menggunakan TWS saat olahraga turut mempercepat proses ini jika kamu tidak mengontrol volume dan durasi pemakaian.

5. Kekhawatiran Radiasi Bluetooth

Banyak orang juga khawatir soal radiasi Bluetooth dari TWS. Secara ilmiah, Bluetooth termasuk radiasi non-ionisasi, yaitu jenis radiasi frekuensi radio yang tidak cukup kuat untuk merusak DNA secara langsung seperti radiasi sinar-X.

Lembaga seperti National Cancer Institute sejauh ini menyatakan bahwa belum ada bukti kuat yang mengaitkan penggunaan perangkat wireless seperti Bluetooth headphones atau TWS dengan kanker atau penyakit berat lain, meskipun mereka tetap menyarankan penelitian lebih lanjut. Jadi, dibandingkan radiasi, risiko utama TWS saat olahraga tetap berasal dari:

  • Volume yang terlalu keras
  • Durasi pemakaian yang terlalu lama
  • Hilangnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar

Dengan kata lain, fokus utamamu untuk mengurangi bahaya seharusnya ada pada cara pemakaian, bukan hanya pada radiasi.

6. Risiko Komunikasi Terhambat di Lingkungan Berisiko

Kalau kamu olahraga di tempat yang punya potensi bahaya, misalnya:

  • Di gym yang ramai
  • Di lintasan lari yang banyak orang
  • Di jalan raya saat bersepeda

Maka kemampuan mendengar instruksi, peringatan, atau teriakan orang lain jadi sangat penting. Studi dan panduan keselamatan kerja menunjukkan bahwa penggunaan earbuds menurunkan kemampuan seseorang untuk mendengar peringatan suara sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Dalam konteks olahraga, ini bisa berarti kamu terlambat menghindar dari barbel yang jatuh, tidak mendengar peringatan dari sesama pelari, atau gagal mengetahui ada sepeda yang melintas dekat di belakangmu.

Cara Mengurangi Bahaya Menggunakan TWS Saat Olahraga

Kalau kamu masih ingin memakai TWS, setidaknya lakukan beberapa langkah protektif berikut:

1. Batasi Volume dan Durasi

  • Ikuti “aturan 60/60”: artinya maksimal 60% volume, maksimal 60 menit sekali pakai, terutama saat lingkungan sekitar juga bising.
  • Kalau setelah olahraga telinga berdenging, itu sinyal bahwa sesi sebelumnya terlalu keras atau terlalu lama.

2. Hindari TWS Saat Olahraga Outdoor di Jalan

  • Saat lari di pinggir jalan, menyeberang, atau bersepeda, jauh lebih aman tidak memakai TWS sama sekali.
  • Jika benar-benar perlu, gunakan hanya satu sisi dengan volume rendah agar tetap bisa mendengar sekitar.

3. Pertimbangkan Open-Ear Headphones

Teknologi open-ear headphones dirancang agar telinga tetap terbuka sehingga kamu tetap bisa mendengar suara sekitar seperti kendaraan, orang lain, atau suara alam, sambil tetap menikmati audio. Ini bisa jadi kompromi lebih aman jika kamu sering melakukan olahraga outdoor dan tetap ingin ditemani musik.

4. Peka Terhadap Tanda-Tanda Gangguan Pendengaran

Kalau kamu mulai merasa:

  • Sering meminta orang mengulang pembicaraan
  • Sulit mendengar di tempat ramai
  • Telinga sering berdenging

Segera konsultasi ke dokter THT atau ahli pendengaran. Deteksi dini bisa membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sebagai catatan, bukan berarti kamu nggak boleh olahraga sambil denger musik lho ya! Kamu nggak harus berhenti total memakai TWS, tapi kamu perlu jauh lebih bijak dalam menggunakannya: batasi volume dan durasi, hindari pemakaian saat lari atau bersepeda di jalan raya, dan jangan abaikan sinyal tubuh seperti denging atau rasa penuh di telinga.

Posting Komentar